Jumat, 15 Februari 2019

Laporan Praktikum Respirasi Anaerob


LAPORAN PRAKTIKUM
RESPIRASI ANAEROB
(FERMENTASI ALKOHOL)


A.   TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mengamati Peristiwa – peristiwa yang Terjadi Selama berlangsungnya Percobaan Fermentasi
2.      Mengetahui Hasil dari Percobaan Fermentasi

B.   ALAT & BAHAN
a.       Alat
-          2 labu Erlenmeyer
-          Pipa Kapiler U / Selang
-          2 Sumbat Gabus
-          Thermometer
-          Tabung Ukur
-          Timbangan
-          Pengaduk
-          Pipet Tetes
b.      Bahan
-          20 Gram Gula Pasir
-          100 mL Aquades
-          50 mL Air Kapur
-          10 Gram Fermipan
-          Larutan Fenolftalein
-          Vaselin

C.   CARA KERJA
1.      Larutkan 20 gram gula ke dalam 75 mL akuades, sambil terus menerus diaduk,tambahkan sedikit demi sedikit akuades sehingga diperoleh larutan gula sebanyak 100 mL.
2.      Masukkan larutan gula tersebut ke dalam labu I , lalu tambahkan fermipan sebanyak 10 gram, kemudian aduk dan tutup dengan sumbat gabus.
3.      Msukkan air kapur ke dalam labu II, lalu tambahkan beberapa tetes fenolftalein sampai air kapur tersebut tampak berwarna merah muda, kemudian tutup dengan sumbat gabus.
4.      Hubungkan labu I dan labu II dengan pipa U melalui sumbat gabus dari kedua labu tersebut,kemudian pada labu 1, masukkan thermometer.
5.      Tutup celah di sekeliling antara labu dan sumbat gabus dengan vaselin. Hal ini bertujuan supaya tidak ada udara yang masuk ke perangkat percobaan tersebut. Untuk lebih jelasnya,perhatikan gambar berikut.
6.      Lakukan pengamatan pada larutan yang terdapat di kedua labu tersebut. Catatlah perubahan-perubahan yang terjadi pada table berikut ini.

Tabel : Perubahan-perubahan yang terjadi pada saat kegiatan praktikum berlangsung
Parameter
Labu I (Larutan gula)
Labu II (Larutan air kapur)
Awal
Akhir
Awal
Akhir
Suhu




Warna




Gelembung




Bau





D.   TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan peran oksigen, dikenal dua macam respirasi, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob (fermentasi). Umumnya respirasi aerob mempunyai tahap-tahap reaksi, mulai dari awal sampai akhir berturut-turut ialah: glikolisis, pembentukan asetil coenzim A (Asetil CoA), siklus krebs dan sistem transport elektron (Soedirokoesoemo, 1993).

            Fermentasi adalah proses penghasil energi utama dari berbagai mikroorganisme. Mikroorganisme seperti itu disebut anaeroob, karena mereka mampu hidup dan memecah senyawa organik tanpa oksigen. Beberapa dari organisme tersebut akan mati jika didedahkan dengan oksigen. Dalam hal ini mereka disebut anaerob obligat (Sasmitamihardja, 1996).

Reaksi keseluruhan fermentasi adalah:
C
6H12O6 (glukosa) 2CH3−CH2OH (etanol) + 2CO3 (karbohidrat)

Ini berarti, satu molekul glukosa diubah menjadi dua molekul etanol dan dua molekul karbondioksida. Fermentasi seperti glikolisis, adalah serangkaian reaksi yang terjadi tanpa oksigen. Antara proses fermentasi dan proses glikolisis hanya sedikit sekali perbedaannya; sebagian besar reaksi antara terdapat pada kedua jalur (Sasmitamihardja, 1996).
Saccharomyces cerevisiae
Saccharomyces cerevisiae merupakan cendawan berupa khamir (yeast) sejati tergolong eukariot mempunyai potensi kemampuan yang tinggi sebagai imunostimulan, dan bagian yang bermanfaat tersebut adalah dinding selnya.Saccharomyces cerevisiae secara morfologi hanya membentuk blastospora berbentuk  bulat lonjong, silindris, oval atau bulat telur yang dipengaruhi oleh strainnya.
Berkembang biak dengan membelah diri melalui “budding cell”. Reproduksinya dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan serta jumlah nutrien yang tersedia bagi  pertumbuhan sel.Saccharomyces cerevisiae yang mempunyai kemampuan fermentasi telah lama dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk makanan dan sudah banyak digunakan sebagai probiotik (Agawane & Lonkar 2004). Yiannikouriset al., (2006) juga melaporkan bahwa β-D-glucans pada dinding sel S. cerevisiae dapat mengikat aflatoksin yang diproduksi oleh A. flavus. Ternak domba yang diberikan ransum dengan pencampuran S. cerevisiae dengan Bioplus dapat meningkatkan bobot badan serta menurunkan konversi pakan (Ratnaningsih, 2000) dan hasil yang diperoleh menunjukkan korelasi yang positif yaitu dengan dosis 4 g/hari (1 g S. cerevisiae ekuivalen mengandung 14 x 1010 koloni) menghasilkan konversi pakan sebesar 6 kg/kg pertambahan bobot badan, namun tidak semu isolate
S. cerevisiae dapat digunakan sebagai probiotik, karena harus melalui beberapa macam seleksi dan dari sejumlah khamir tersebut hanya sedikit yang dapat digunakan.

FERMIPAN
Fermipan merupakan ragi instant yang biasa dipergunakan dalam pembuatan roti dan kue. Fermipan atau ragi digunakan agar bahan kue atau roti menjadi mengembang ketika dipanggang. Pada percobaan tadi, kita mengetahui bahwa ragi yang dicampur dengan gula maupun yang tidak bercampur dengan gula menjadi mengembang terutama yang komposisinya banyak. Maka setelah kita tahu bahwa balonnya mengembang, berarti ada reaksi dari fermipan atau ragi dengan gula dan air.
Reaksi fermipan sebagai berikut
C6H12O6 à 2C2H5OCOOH + ENERGI
Ragi atau fermipan itu sendiri merupakan zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi mengandung mikroorganisme yang melakukan fermentasi dan media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau cairan nutrient. Mikroorganisme yang digunakan di dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteri dan fungi, yaitu Rhizopus aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis, Saccharomyces, Hansenula anomala, Lactobacillus, Acetobacter, dan sebagainya.
Berbagai jenis ragi yang digunakan di berbagai Negara dan kebudayaan di dunia dibuat menggunakan media biakan tertentu dan campuran tertentu.
Fenolftalein
adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C20H14O4 dan sering ditulis sebagai "HIn" atau "pp" dalam notasi singkat. Fenolftalein sering digunakan sebagai indikator dalam titrasi asam–basa. Untuk aplikasi ini, ia berubah warna dari tak berwarna dalam larutan asam menjadi merah muda dalam larutan basa.

                             
E.     HASIL PRAKTIKUM

Tabel : Perubahan-perubahan yang terjadi pada saat kegiatan praktikum berlangsung

Parameter
Labu I (Larutan gula)
Labu II (Larutan air kapur)
Awal
Akhir
Awal
Akhir
Suhu
33
30
34
Warna
Cokelat tua
Coklat muda
Merah muda (cerah)
Merah muda (gelap)
Gelembung
Sedikit
banyak
Tidak ada
Terdapat gelembung dari Labu I
Bau
Bau ragi
Sangat berbau alkohol
Tidak berbau
Berbau alkohol

F.     ANALISIS DATA
Pada Labu I,suhu awal 33  menjadi  , warna awal dari cokelat tua menjadi cokelat muda,gelembung awal hanya sedikit menjadi lebih banyak gelembung,serta bau awal RAGI menjadi sangat berbau alcohol.

          Pada Labu II , suhu awal 30    menjadi 34    , warna awal dari merah muda cerah menjadi warna merah muda gelap, tidak ada gelembung pada awal percobaan sedangkan di akhir percobaan terdapat gelembung dari Labu 1,serta tidak aberbau pada awal percobaan sedangkan  akhir percobaan berbau alcohol.

Pertanyaan :

1.      Apa nama Mikroorganisme yang membantu proses Fermentasi Alkohol?
Jawab : Jamur Saccharomyces cerevisiae

2.      Apa Fungsi Fenolflatein pada Kegiatan Praktikum ini?
Jawab : Berguna sebagai indicator Asam Basa

3.      Tuliskan Persamaan reaksi Fermentasi Alkohol?
Jawab : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
4.      Apakah selama berlangsungnya fermentasi terjadi peningkatan suhu? Mengapa hal tersebut terjadi ?
Jawab : Didalam proses fermentasi terjadi proses perubahan glukosa menjadi etanol dan co2 rekasi ini terjadi secara eksoterm sehingga semakin lama suhu media fermentasi semakin tinggi seiring dengan meningkatnya aktivitas khamir memfermentasi glukosa

G.    KESIMPULAN & SARAN
a.      Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1.      Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh mikroorganisme yang berlangsung dalam keadaan anaerob yang tidak memerlukan oksigen dari udara bebas (dibuktikan dalam praktikum, perangkat alat dilapisi oleh plastisin) . Selain itu fermentasi juga berarti pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.
2.      Asam piruvat yang merupakan produk glikolisis jika dalam keadaan ketiadaan oksigen bebas akan diubah menjadi alkohol atau asam laktat. Reaksinya adalah:                  
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
b.     Saran
Saran kami dari berjalannya praktikum yaitu pada saat menimbang, karena timbangan yang ada di laboratorium hanya satu untuk menimbang sedangkan kelompok praktikum ada enam kelompok hal ini dapat mengakibatkan pemakaian waktu yang lama dan harus mengantri, kami harap laboratorium biologi dapat menambah kapasitas timbangannya.



H.  DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar