LAPORAN
PRAKTIKUM
RESPIRASI
ANAEROB
(FERMENTASI
ALKOHOL)
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1.
Mengamati Peristiwa – peristiwa yang Terjadi Selama berlangsungnya
Percobaan Fermentasi
2.
Mengetahui Hasil dari Percobaan Fermentasi
B. ALAT & BAHAN
a.
Alat
-
2 labu Erlenmeyer
-
Pipa Kapiler U / Selang
-
2 Sumbat Gabus
-
Thermometer
-
Tabung Ukur
-
Timbangan
-
Pengaduk
-
Pipet Tetes
b.
Bahan
-
20 Gram Gula Pasir
-
100 mL Aquades
-
50 mL Air Kapur
-
10 Gram Fermipan
-
Larutan Fenolftalein
-
Vaselin
C. CARA KERJA
1. Larutkan 20 gram
gula ke dalam 75 mL akuades, sambil terus menerus diaduk,tambahkan sedikit demi
sedikit akuades sehingga diperoleh larutan gula sebanyak 100 mL.
2. Masukkan larutan
gula tersebut ke dalam labu I , lalu tambahkan fermipan sebanyak 10 gram,
kemudian aduk dan tutup dengan sumbat gabus.
3. Msukkan air
kapur ke dalam labu II, lalu tambahkan beberapa tetes fenolftalein sampai air
kapur tersebut tampak berwarna merah muda, kemudian tutup dengan sumbat gabus.
4. Hubungkan labu I
dan labu II dengan pipa U melalui sumbat gabus dari kedua labu
tersebut,kemudian pada labu 1, masukkan thermometer.
5. Tutup celah di
sekeliling antara labu dan sumbat gabus dengan vaselin. Hal ini bertujuan
supaya tidak ada udara yang masuk ke perangkat percobaan tersebut. Untuk lebih
jelasnya,perhatikan gambar berikut.
6. Lakukan
pengamatan pada larutan yang terdapat di kedua labu tersebut. Catatlah
perubahan-perubahan yang terjadi pada table berikut ini.
Tabel
: Perubahan-perubahan yang terjadi pada saat kegiatan praktikum berlangsung
Parameter
|
Labu I (Larutan gula)
|
Labu II (Larutan air
kapur)
|
||
Awal
|
Akhir
|
Awal
|
Akhir
|
|
Suhu
|
||||
Warna
|
||||
Gelembung
|
||||
Bau
|
||||
D.
TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan
peran oksigen, dikenal dua macam respirasi, yaitu respirasi aerob dan respirasi
anaerob (fermentasi). Umumnya respirasi aerob mempunyai tahap-tahap reaksi,
mulai dari awal sampai akhir berturut-turut ialah: glikolisis, pembentukan
asetil coenzim A (Asetil CoA), siklus krebs dan sistem transport elektron
(Soedirokoesoemo, 1993).
Fermentasi adalah proses penghasil energi utama dari berbagai mikroorganisme. Mikroorganisme seperti itu disebut anaeroob, karena mereka mampu hidup dan memecah senyawa organik tanpa oksigen. Beberapa dari organisme tersebut akan mati jika didedahkan dengan oksigen. Dalam hal ini mereka disebut anaerob obligat (Sasmitamihardja, 1996).
Reaksi keseluruhan fermentasi adalah:
C6H12O6 (glukosa) 2CH3−CH2OH (etanol) + 2CO3 (karbohidrat)
C6H12O6 (glukosa) 2CH3−CH2OH (etanol) + 2CO3 (karbohidrat)
Ini
berarti, satu molekul glukosa diubah menjadi dua molekul etanol dan dua molekul
karbondioksida. Fermentasi seperti glikolisis, adalah serangkaian reaksi yang
terjadi tanpa oksigen. Antara proses fermentasi dan proses glikolisis hanya
sedikit sekali perbedaannya; sebagian besar reaksi antara terdapat pada kedua
jalur (Sasmitamihardja, 1996).
Saccharomyces cerevisiae
Saccharomyces cerevisiae merupakan cendawan berupa khamir (yeast) sejati
tergolong eukariot mempunyai potensi kemampuan yang tinggi sebagai
imunostimulan, dan bagian yang bermanfaat tersebut adalah dinding
selnya.Saccharomyces cerevisiae secara morfologi hanya membentuk blastospora
berbentuk bulat lonjong, silindris, oval atau bulat telur yang
dipengaruhi oleh strainnya.
Berkembang biak dengan membelah diri melalui “budding cell”.
Reproduksinya dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan serta jumlah nutrien
yang tersedia bagi pertumbuhan sel.Saccharomyces cerevisiae yang
mempunyai kemampuan fermentasi telah lama dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai
produk makanan dan sudah banyak digunakan sebagai probiotik (Agawane &
Lonkar 2004). Yiannikouriset al., (2006) juga melaporkan bahwa β-D-glucans pada
dinding sel S. cerevisiae dapat mengikat aflatoksin yang diproduksi oleh A.
flavus. Ternak domba yang diberikan ransum dengan pencampuran S. cerevisiae
dengan Bioplus dapat meningkatkan bobot badan serta menurunkan konversi pakan
(Ratnaningsih, 2000) dan hasil yang diperoleh menunjukkan korelasi yang positif
yaitu dengan dosis 4 g/hari (1 g S. cerevisiae ekuivalen mengandung 14 x 1010 koloni) menghasilkan konversi
pakan sebesar 6 kg/kg pertambahan bobot badan, namun tidak semu isolate
S. cerevisiae dapat digunakan sebagai probiotik, karena harus melalui
beberapa macam seleksi dan dari sejumlah khamir tersebut hanya sedikit yang
dapat digunakan.
FERMIPAN
Fermipan merupakan ragi instant yang biasa
dipergunakan dalam pembuatan roti dan kue. Fermipan atau ragi digunakan agar
bahan kue atau roti menjadi mengembang ketika dipanggang. Pada percobaan tadi,
kita mengetahui bahwa ragi yang dicampur dengan gula maupun yang tidak
bercampur dengan gula menjadi mengembang terutama yang komposisinya banyak.
Maka setelah kita tahu bahwa balonnya mengembang, berarti ada reaksi dari
fermipan atau ragi dengan gula dan air.
Reaksi
fermipan sebagai berikut
C6H12O6 à
2C2H5OCOOH + ENERGI
Ragi atau fermipan itu sendiri merupakan zat yang
menyebabkan fermentasi. Ragi mengandung mikroorganisme yang melakukan
fermentasi dan media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau
cairan nutrient. Mikroorganisme yang digunakan di dalam ragi umumnya terdiri
atas berbagai bakteri dan fungi, yaitu Rhizopus aspergillus, Mucor, Amylomyces,
Endomycopsis, Saccharomyces, Hansenula anomala, Lactobacillus, Acetobacter, dan
sebagainya.
Berbagai jenis ragi yang digunakan di berbagai
Negara dan kebudayaan di dunia dibuat menggunakan media biakan tertentu dan
campuran tertentu.
Fenolftalein
adalah senyawa kimia dengan rumus
molekul C20H14O4 dan sering ditulis sebagai
"HIn" atau "pp" dalam notasi singkat. Fenolftalein
sering digunakan sebagai indikator dalam titrasi asam–basa. Untuk aplikasi ini,
ia berubah warna dari tak berwarna dalam larutan asam menjadi merah muda dalam
larutan basa.
E.
HASIL PRAKTIKUM
Tabel : Perubahan-perubahan yang terjadi pada saat
kegiatan praktikum berlangsung
Parameter
|
Labu I (Larutan gula)
|
Labu II (Larutan air
kapur)
|
||
Awal
|
Akhir
|
Awal
|
Akhir
|
|
Suhu
|
33
|
30
|
34
|
|
Warna
|
Cokelat tua
|
Coklat muda
|
Merah muda (cerah)
|
Merah muda (gelap)
|
Gelembung
|
Sedikit
|
banyak
|
Tidak ada
|
Terdapat gelembung dari
Labu I
|
Bau
|
Bau ragi
|
Sangat berbau alkohol
|
Tidak berbau
|
Berbau alkohol
|
F. ANALISIS DATA
Pada Labu I,suhu
awal 33
menjadi
, warna awal dari cokelat tua
menjadi cokelat muda,gelembung awal hanya sedikit menjadi lebih banyak
gelembung,serta bau awal RAGI menjadi sangat berbau alcohol.
Pada Labu II ,
suhu awal 30
menjadi 34
, warna awal dari merah muda
cerah menjadi warna merah muda gelap, tidak ada gelembung pada awal percobaan
sedangkan di akhir percobaan terdapat gelembung dari Labu 1,serta tidak aberbau
pada awal percobaan sedangkan akhir
percobaan berbau alcohol.
Pertanyaan :
1. Apa nama Mikroorganisme yang membantu proses
Fermentasi Alkohol?
Jawab
: Jamur Saccharomyces cerevisiae
2. Apa
Fungsi Fenolflatein pada Kegiatan Praktikum ini?
Jawab
: Berguna
sebagai indicator Asam Basa
3. Tuliskan Persamaan reaksi Fermentasi Alkohol?
Jawab :
C6H12O6 → 2C2H5OH
+ 2CO2 + 2 ATP
4.
Apakah selama berlangsungnya fermentasi terjadi
peningkatan suhu? Mengapa hal tersebut terjadi ?
Jawab : Didalam proses fermentasi terjadi proses perubahan
glukosa menjadi etanol dan co2 rekasi ini terjadi secara eksoterm sehingga
semakin lama suhu media fermentasi semakin tinggi seiring dengan meningkatnya
aktivitas khamir memfermentasi glukosa
G. KESIMPULAN
& SARAN
a. Kesimpulan
Dari
percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1.
Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh
mikroorganisme yang berlangsung dalam keadaan anaerob yang tidak memerlukan
oksigen dari udara bebas (dibuktikan dalam praktikum, perangkat alat dilapisi
oleh plastisin) . Selain itu fermentasi juga berarti pemecahan senyawa organik
oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.
2.
Asam piruvat yang merupakan produk glikolisis jika
dalam keadaan ketiadaan oksigen bebas akan diubah menjadi alkohol atau asam
laktat. Reaksinya adalah:
C6H12O6
→ 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
b. Saran
Saran kami dari berjalannya praktikum yaitu pada saat menimbang, karena
timbangan yang ada di laboratorium hanya satu untuk menimbang sedangkan
kelompok praktikum ada enam kelompok hal ini dapat mengakibatkan pemakaian
waktu yang lama dan harus mengantri, kami harap laboratorium biologi dapat
menambah kapasitas timbangannya.
H.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar